Halaman

    Social Items

Melania Indah

Programmer wanita pertama didunia

     Selama ini bidang teknologi informasi selalu identik dengan laki-laki. Namun sebenarnya, yang menciptakan konsep bahasa pemrograman, loop, if-then, adalah seorang wanita! Siapakah dia?

Ada Lovelace
     Ada Lovelace, lahir pada tanggal 10 Desember 1815. Putri satu-satunya dari penyair terkenal Lord George Gordon Byron dan Lady Anne Isabella Milbanke Byron. Orangtuanya bercerai seminggu setelah ia dilahirkan, dan ia tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya yang pergi meninggalkan Inggris beberapa waktu setelah perceraiannya.
     Ibu Ada yang tidak ingin Ada menjadi penyair seperti ayahnya memaksa Ada untuk mempelajari matematika, yang saat itu tidak biasa dipelajari oleh perempuan. Ia juga dicekoki pelajaran astronomi dan beberapa bahasa asing. Ada memang menunjukkan bakatnya di bidang matematika dan bahasa, meskipun di masa kecilnya ia sering sakit-sakitan yang sepertinya disebabkan oleh gangguan psikis. Ia sering mengalami sakit kepala yang menyebabkan penglihatannya menjadi kabur, dan ia sempat dipaksa berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama karena kelumpuhan.
     Saat berumur 17 tahun, Ada bertemu dengan Charles Babbage, yang saat ini kita kenal dengan panggilan “the father of the computer”. Saat itu Babbage adalah seorang ahli matematika dan juga seorang penemu, dan mengajari matematika kepada Ada. Saat Babbage menciptakan “difference engine” yang mampu melaksanakan operasi matematika, Ada sangat terkesan dan tertarik dengan ide-ide Babbage.
     Tahun 1835 Ada Lovelace menikah dengan William King. Sementara disibukkan dengan kehidupan rumah tangganya, Charles Babbage mempersiapkan rencana untuk menciptakan alat lain yang bernama “analytical engine” yang mampu melaksanakan operasi matematika yang lebih kompleks.
     Saat itulah Ada diminta untuk menerjemahkan sebuah tulisan tentang analytical engine milik Babbage yang ditulis oleh Luigi Federico dalam bahasa Prancis. Ada tidak hanya menerjemahkan tulisan tersebut ke dalam Bahasa Inggris, Ia juga menambahkan pemikiran dan ide-idenya tentang mesin tersebut. Hasil terjemahannya berakhir menjadi tiga kali lebih panjang daripada naskah aslinya. Hasil tulisannya diterbitkan pada tahun 1843 dalam sebuah jurnal sains Inggris. Ada menggunakan inisial “A.A.L” (Augusta Ada Lovelace) dalam publikasinya.
     Dalam tulisannya, Ada mendeskripsikan bagaimana kode bisa diciptakan untuk mesin agar bisa menangani huruf dan simbol bersamaan dengan angka. Ia juga menteorikan metode untuk mesin agar bisa mengulangi beberapa instruksi, sebuah proses yang sekarang kita ketahui dengan istilah loop. Atas pekerjaannya ini Ada dikenal sebagai programmer komputer pertama di dunia. Ada juga sempat mencoba mengembangkan perhitungan matematika untuk memenangkan perjudian namun sayangnya usahanya gagal.
     27 November 1852, Ada meninggal di umur 36 tahun karena kanker rahim yang dideritanya. Ada memang telah mengidap penyakit ini selama
beberapa bulan. Atas permintaannya, Ada dimakamkan di sebelah makam ayahnya.
     Kontribusi Ada Lovelace dalam bidang ilmu komputer belum dilirik selama hidupnya. Tulisannya baru menarik perhatian saat dicetak ulang dalam “Faster Than Thought: A Symposium on Digital Computing Machines” oleh B. Y. Bowden pada tahun 1953. Sejak itu, Ada menerima banyak penghargaan atas pekerjaannya. Pada tahun 1979, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman yang baru saja mereka ciptakan dengan nama “ADA”.

Lukisan Ada Lovelace tahun 1852 oleh Henry Phillips. Meskipu ia sedang sakit ia bersedia dilukis karena ayah sang pelukis juga pernah melukis ayahnya.
      Ini menjadi bukti bahwa gender tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk ikut berkontribusi dalam bidang teknologi informasi, khususnya ilmu komputer. Programming tidak identik dengan ‘Bro-grammer’, para wanita juga bisa! Semangat untuk para sister-programmer! 😀

Sumber :

Tidak ada komentar